|
Trend Isue Bulan Februari 2010
• Isue Perempuan Banyak masalah yang menjadi Sorotan bagi Perempuan, khususnya Perempuan Fakfak. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh berbegai pihak menyangkut dengan pemberdayaan Perempuan.Salah satu hal yang penting adalah masalah Perempuan dan Ekonomi.Peran perempuan dalam bidang ekonomi sangatlah mendasar dan penting.
Keikutsertaan perempuan dalam menentukan kehidupan dalam bidang ekonomi sangatlah nyata, contoh kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari hari, banyak kaum perempuan yang berperan aktif untuk memenuhi kabutuhan hidup. Ada beberapa cara yang digunakan oleh kaum perempuan dalam memenuhi kebutuhan hidup salah satunya adalah barjualan dipasar dari hasil berkebun. Namun dengan peran aktif perempuan seperti itupun masih tetap mendapat banyak kendala dan tantangan yang dihadapi,dengan berjualan dipasarpun mereka harus berebutan tempat agar bisa berjualan belum lagi mereka harus memenuhi peraturan pemerintah untuk membayar pajak dengan penghasilan mereka yang tidak menentu dalam sehari yang lebih memprihatinkan lagi mereka terpaksa berurusan dengan pegawai simpan pinjam jalanan yang setiap harinya datang menagih, semua itu mereka lakukan demi kebutuhan hidup mereka,banyak hal yang mereka pikirkan dalam kehidupan ini selain ekonomi, pendidikan dan kesehatanpun menjadi bagian yang harus mereka perhatikan,bagai mana caranya mereka harus menyekolahkan anak anak mereka mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi dengan kondisi ekonomi yang kurang dan lemah dengan keterebatasan ekonomi mengakibatkan banyak anak perempuan harus putus sekolah dan menjadi penganggur dan bahkan harus menjadi ibu rumah tangga dibawah usia yang mengakibatkan kesehatan anak dan ibu menjadi buruk, sungguh sangat memprihatinkan. Meskipun ada program pemerintah yang bisa mendukung dalam hal pemberdayaan Perempuan namun selama ini terlihat berjalan sangat internal dan bertujuan serat tidak tepat sasaran hingga tidak menyentuh pada mereka selaku perempuan Fakafak secara khusus. Program yang dimaksud bertujuan untuk memberdayakan perempuan yang bisa bekerja sama dengan pihak pemerintah. Banyak ketidakadilan yang dirasakan oleh perempuan fakfak sampai dengan saat ini,perempuan fakfak masih banyak membutuhkan perhatian dan bimbingan dari semua pihak agar bisa diberdayakan sesuai dengan apa yang mereka inginkan,masih ada harapan yang besar dari mereka untuk bisa berkembang sama seperti yang lain. Dari kondisi perempuan seperti ini maka, Korwil Fakfak bersama beberapa teman aktifis LSM dan Perempuan di Fakfak telah melakukan dua kali diskusi dan pengumpulan data dalam rangka pemetaan persoalan Perempuan Fakfak. Dan dari hasil diskusi tersebut dapat di simpulkan sbb: • Penguatan perempuan di Fakfak tidak berjalan baik, selama ini yang terjadi hanya di kalangan ibu-ibu Pegawai Negeri ( Darma Wanita dan PKK) dan hanya terkesan hanya kumpul-kumpul untuk melakukan arisan tanpa ada peningkatan ketrampilan dll. • Penguatan Perempuan adat sama sekali tidak jalan, cederung hanya membangun rasa nasionalisme cinta tanah air Indonesia sehingga mama-mama pasar dan petani lokal tidak pernah tersentuh. • SPP (solidaritas perempuan) di Fakfak tidak berjalan dan terkesan organisasi ini menjadi milik beberapa perempuan saja sehingga tidak terjadi regenerasi terhadap perempuan lain, • Masih terjadi diskriminasi diantara perempuan sendiri, contoh kasus guru-guru TK, yang menuntut hak mereka di larang oleh ketua kelompok guru-guru TK untuk menyuarakan hak mereka dengan berbagai alsan, seperti yang terjadi di SPP. Informasi selengkapnya tentang kondisi perempuan di Fakfak dapat dilihat pada Laporan Kelompok Diskusi yang di Fasilitasi Korwil Foker dan tiga LSM di Fakfak ( ELSHAM FAKFAK, YASOBAT dan TIARA KASIH)
Kondisi Perempuan di Fakfak
Dengan melihat kondisisi perempuan Fakfak yang ternyata sebenarnya sedang mengalami kondisi tertinggal dari perempuan lain di Papua, maka korwil Fakfak bersama beberapa kawan aktifis LSM dan aktifis perempuan mulai membangun beberapa Diskusi, dari hasil diskusi itu dapat kami sampaikan sebagai berikut: Bahwa Selama ini telah terjadi Diskriminasi dan Exploitasi terhadap perempuan fakfak, sehingga perermpuan fakfak mengalami keterbelakangan dan ketertinggalan di segala hal. Oleh karena itu persolan ini sangat kritis dan dipandang perlu untuk di bahas dalam suatu diskusi. Hal ini telah dilakukan oleh beberapa perempuan yang mempunyai keprihatinan dengan kondisi tersebut, bersama Korwil Foker dan aktifis LSM yang peduli dengan persolan perempuan ini.
Diskusi yang pertama dilakukan pada tanggal 9 februari 2010 dengan teman-teman dari Foker LSM dan ELSHAM, Tiara Kasih dan YASOBAT dari hasil diskusi pada saat itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan ditingkat perempuan. Perlu adanya sebuah organ taktis yang nanti akan dapat menyelesaikan semua persoalan-persoalan dan masalah-masalah terkait dengan kondisi perempuan fakfak saat ini.program pengutan kapasitas perempuan sangatlah penting, dalam hal ini dapat mengurangi ketertinggalan perempuan. Dari hasil diskusi itu di sepakati untuk melakukan pendataan masalah yang di mulai dari mama-mama pasar namun kemudian hal itu tidak berlang sung sampai dengan adanya Diskusi kedua pada kamis tanggal 18 februari 2010 yang akhirnya mendapat suatu dukungan moril yang kuat dari pihak-pihak yang mempunyai keprihatinan dan berpihak terhadap perempuan,dari hasil diskusi kedua tersebut menyepakati untuk tetap melakukan pendataan masalah sekaligus mengajak beberapa perempuan lagi untuk sama-sama ikut dalam diskusi berikut. Dan kemudian hal itu dilakukan oleh 3 perempuan yang telah mengambil data terkait dengan persoalan perempuan selama 2 hari dan dilanjutkan dengan diskusi di hari berikutnya. Pada diskusi ini sudah mulai terlihat bahwa banyak sekali kaum perempuan yang ingin sekali mendapatkan perhatian dari pihak-pihak tertentu terkait dengan permasalahan dan kendala yang mereka hadapi baik itu masalah ekonomi,pendidikan,kesehatan bahkan sampai dengan masalah keterlibatan pemerintah setempat dan salah satu LSM. Ini terbukti dengan ungkapan beberapa perempuan yang hadir pada diskusi yang dilakukan pada hari minggu tanggal 21 februari 2010. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu ibu • ( YOSEFITA WERIPANG ) bahwa ketika berurusan dengan pemerintah itu sangat sulit hanya untuk mendapatkan sebuah surat ijin usaha saja ibu ini dipaksakan untuk kembali setiap hari ke dinas Perindak dengan jangkauan dari kampung ibu tersebut ke dinas Perindak memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya transportasi yang besar namun dari hasil perjuangan ibu itu tidak membuahkan hasil yang baik, yang bersangkutan tidak mendapatkan ijin usahanya, pada hal ijin usaha itu sangat penting bagi ibu ini karena menurut ibu ini dengan ijin usaha tersebut dia bisa melakukan usaha kecil-kecil, ibu ini ingin sekali menjual minyak bensin namun dia tidak diberikan ijin oleh pemerintah padahal ibu ini telah berusaha untuk mendapatkan ijin tarsebut. • Keterangan Mama Rosa Raharusun terkait dengan Perda miras yang dikeluarkan oleh Pemerintah setempat,menurut mama ini meskipun Perda miras suda di edarkan namun masih tetap ada yang mendistribusikan dan mengkonsumsi miras yang akhirnya menimbulkan beberapa kasus yang terjadi di kalangan masyrakat kecil salah satunya adalah kasus suami mabuk istri jadi sasaran alias menderita karena dipukul suami yang mabuk,perkelahian yang berujung pada kematian karena konsumsi miras kasus yang terjadi di Kampung Wayati Desember,ada lagi ungkapan hati mama rosa terkait dengan masalah hak sebagai guru honor,menurut mama rosa terdapat 2 SK Honor Guru TK yang diterbitkan oleh pemerintah dalam 2 tahun yang berbeda namun isi dari 2 SK itu sama, dalam ke-dua SK tersebut tercantum jumlah gaji honor sebesar Rp. 800.000; namun apa yang tercantum dalam SK tersebut tidak pernah terrealisasi bahkan tanda bukti pembayaranpun tidak pernah ada selama SK tersebut diterbitkan,ketika para Guru Honor ini ingin berontak menuntut apa yang menjadi hak mereka ternyata pimpinan mereka malah mencegat dengan alasan yang tidak jelas akhirnya sampai dengan sekarang mereka hanya melakukan tugas tanpa digaji,menurut beberapa mama yang juga adalah sama dengan mama rosa tadi membenarkan apa yang diungkapkan oleh mama rosa bahkan mereka menyampaikam juga masalah Sekolah TK yang didirikan oleh salah satu LSM yang terdapat dikampung mereka,sekolah itu didirikan selama 4 tahun tidak pernah diperhatikan oleh LSM tersebut hanya pada suatu saat ketika itu ada bantuan dari Bank Dunia lewat kampung yang besarnya bantuan itu senilai 68 juta kemudian Lembaga yang bersangkutan datang dan mengambil alih bantuan itu meskipun telah dibagi pada 4 guru honor pada TK tersebut masing-masing Rp. 1.500.000; termasuk pimpinan LSM tersebutpun mendapatkan Rp.1.500.000 dari bantuan tersebut,nah yang menjadi kendala para guru ini adalah sisa dari dana itu tidak tau dikemanakan dan yang membuat bingung para guru ini adalah dari Pihak Lembaga menyerahkan rincian belanja atau nota pada guru sekolah TK tersebut namun hasil barang yang dibelanjakan sampai sekarang tak kunjung tiba dan sampai saat ini nota belanja tersebut masih disimpan oleh pihak guru sekolah TK tersebut,adapula yang sangat memprihatinkan dari semua hal yang ada ternyata sekolah ini masih ada utang di pihak mebel yang telah mengadakan kursi dan meja untuk murid sebesar 9 juta, akibat dari itu semua dana bantuan yang diberikan tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak sekolah disebabkan karena pihak pendiri sekolah yang telah kabur hingga sekarang pihak sekolah masih tetap dituntut oleh pihak pemberi bantuan. • Maria Temongmere terkait dengan dana bantuan untuk kaum perempuan yang ada pada kampung-kampung jelasnya pada kampung dimana mama maria temongmere tinggal tenyata pemerintah maupun aparat kampung sangat tidak transparan atau terbuka terkai dengan dana bantuan khusus untuk perempuan menurut mama ini mereka kaun perempuan yang ada dikampung tersebut hanya mendengar bahwa adanya bantuan dana untuk perempuan namun tidak pernah mereka melihat dan merasakan bantuan yang dimaksud yang berikut mama ini termasuk salah satu kader posyandu yang aktif dikampung namun dalam satu tahun terakhir yaitu tahun 2009 mereka selaku kader posyandu tidak mendapat insentif lagi sementara itu mama maria merasa bahwa di rumahnya seperti sebuah kantor karena terdapat beberapa rim kertas dan dos-dos amplop yang diberikan oleh pemerintah dalam hal ini Badan Pemberdayaan Masyarakat selain itu pula pembagian makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil sangat tidak beraturan hal semacam ini membuat banyak sekali makanan tambahan ini tidak terpakai karena tidak sesuai dengan kebutuhan,oleh sebab itu mama maria temongmere sebagai kader posyandu meminta agar dana posyandu yang ada diturunkan langsung pada kader posyandu yang ada di tiap-tiap kampung dan mereka sendiri yang akan kelola sesuai dengan kebutuhan posyandu kampung tertentu. • Mariana mawar yang kerja setiap hari berjualan pinang dipasar,yang bersangkutan mengeluh dengan kinerja pemerintah terkait dengan meja-meja yang digunakan untuk menjual,menurutnya mengapa masih ada penarikan Retribusi pasar karena meja pasar sementara yang ia lihat dan rasakan bahwa meja pasar suda diperjual belikan alias jual diatas jual ini kerja sama antara petugas pasar dan para penjual dipasar yang mempunyai banyak uang sehingga terkadang meja dijual dengan harga paling rendah 2 juta dan yang paling tinggi 8 juta akibatnya kami yang lain tidak memiliki meja pasar. Disini Mariana mersa seakan-akan pasar yang ada dibangun bukan untuk mama-mama papua melainkam saudara-saudara dari daerah sebelah yang penjualan mereka rata-rata barang klontongan sehingga banyak meja yang digunakan untuk jualan klontongan sementara yang jualan sayuran harus alas karton atau karung-karung bekas di bawah lantai, selain itu ungkap saudari Mariana Mawar bahwa mereka sudah mengalami ketidak adilan seperti ini masih juga ada hal yang jadi beban buat mereka ketika mereka ingin buang air kecil maupun besar harus dibayar pula belum lagi ketika masuk WC ternyata banyak sekali tumpukan-tumpukan barang jualan yang dititipkan pada penjaga pintu WC,setelah dicari tahu siapa pemilik barang jualan tersebut ternyata punya mas-mas dan mba-mba jawa sungguh menjengkelkan kata Mariana Mawar, itu satu hal yang diungkapkan oleh Mariana mawar lain halnya terkait dengan beberapa saudara perempuannya yang punya kelebihan bermain bola kaki,mereka ini sering dipakai pemerintah untuk membawa nama daerah dengan perjanjian akan diangkat menjadi pegawai negri namun hal itu hanya sebatas janji tidak pernah terwujud sampai sekarang. Sesudah itu masih ada lagi penyampaian dari mama Maria Motuti yang merasa anaknya di Exploitasikan oleh pemerintah,anak dari mama maria motuti ini punya talenta dan bakat menyanyi yang luar biasa tapi sayangnya bakat dari anak ini di manfaatkan oleh pemerintah setempat sementara pemerintah tidak pernah memikirkan kesejahteraannya,seakan-akan bakat anak ini milik pemerintah setempa
• Isue Bahan Bakar Minyak Pelarangan Penjualan Minyak Premium Eceran di pingiran jalan Kab. Fakfak menimbulkan masalah baru
Surat Edaran Bupati Kabupaten Fakfak Nomor : 517/839/SET/2009 perihal Larangan penjualan BBM Jenis Premium secara eceran, tanggal 28 Desember 2009, hal ini justru menimbulkan persoalan baru, surat ini di keluarkan karena terjadi kesulitan BBM di kota Fakfak, terjadi antrian yang cukup panjang di temapat-tempat Pompa Bensin,masyarakat mengalami kesulitan untuk mendapatkan BBM namun kemudian di pinggiran jalan-jalan di Fakfak terlihat ramai masyarakat menjual bensin dan solar dengan botol dan jeriken. Yang jelas penjualan seperti ini tidak ada legalitas dan 200 pengecer minyak premium berlatar belakang pekerjaan sebagai tukang bangunan, nelayan, dan para Eks karyawan PT. Prabu Alaska. Dan hampir 60 % penjual minyak Premium mengambil pinjaman modal di Koperasi Simpan Pinjam POSKOPABRI, dan setiap hari hari mereka harus menyetor pinjaman ke Kopreasi 20 % sehingga para penjual premium eceran merasa sangat kesulitan jika Pemerintah secara sepihak menutup dan memberhentikan penjualan minyak Premium ini. Selama ini mereka para penjual Premium dapat berlega hati walaupun kehilangan pekerjaan terutama eks karyawan PT. Prabu Alaska. Setiap tahun masyarakat Fakfak, terus mengeluh akan kelangkaan Bahan bakar minyak, kekeringan dan pemadaman lampu yang ikut menghambat aktifitas masyarakat disetiap hari. Kurang lebih 10 Tahun terakhir ini kondisi ini tetap nsama ada beberapa alasan yang sudah menjadi alsan klasik. Antara lain Kesuliatan Bahan Bakar Minyak, “ yang menjadi alasan oleh pihak PT.Pertamina Fakfak bahwa kelangkaan minyak yang sering terjadi ini disebabkan oleh karena keterlambatan kapal yang mengsuplai bahan bakar minyak ke Fakfak karena kondisi cuaca .Alasan seperti ini sudah menjadi alasan klasik namun disisi lain diduga bahwa bahan bakar minyak dari Fakfak kemungkinan di suplai ke daerah Babo teluk bentuni, dan daerah lain. Harga minyak standar di SPBU Rp. 4500/ liter, kemudian kini menambah pemandangan di tepian ruas-ruas jalan dengan berjejeran botol-botol akua yang telah terisi minyak bensin dan Solar yang siap di jual seharga Rp. 10.000 per botol, botol-botol tersebut tidak terisi sampai penuh. Dari hasil pantauan partisipan Foker di dua SPBU, ternyata juga ada beberapa kendaraan khusus sering antre dan ambil minyak dua bahkan tiga kali perhari. Oleh karena itu di rencanakan untuk dilakukan infestigasi lebih jauh sehingga bisa mendapatkan data yang lebih akurat dan selanjutnya kita dapat menarik sebuah benang merah dari persolan ini.
• Isue Politik lokal Hidup berpolitik yang terjadi difakfak dari tahun ketahun tidak membawa suatu perubahan berpolitik yang baik justru menjadi akar permasalahan yang membias akibat permainan politik yang tidak sehat. Banyak orang berpendapat bahwa politik yang digunakan di fakfak adalah munny politik atau politik uang yang membias menjadi politik fitnah,kondisi ini terus memanas ketika terjadi perseturuan dalam dunia politik menyosong pemilu legislatif 2009 lalu. Begitu banyak masalah politik yang terjadi hanya karena kepentingan individu dan kelompok hingga mengakibatkan banyak korban politik.Pemilu legislative 2009 membawa begitu banyak konflik yang berkepanjangan,dimulai dari jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap),registrasi partai politik,pengusulan nama bakal calon hingga penetapan calon tetap sampai dengan masalah kampanye partai politik,proses pencoblosan,perhitungan suara baik tingkat PPS,PPD maupun KPU(Kabupaten ) perseteruan ini terus berlangsung karena sebagian masyarakat menganggap bahwa tindakan pelaku pelaku politik sangat tidak adil mereka hanya mementingkan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan mereka tanpa memikirkan orang lain yang akan menjadi korban karena permainan politik kotor mereka. Contoh kasus yang terjadi pada saat proses pencoblosan dan perhitungan suara,teman teman partai politik harus melakukan tindak kekerasan memprotes semua tahapan pemilu kepada pihak terkait baik itu di tingkat PPS, PPD maupun KPU. Protes itu terus berlangsung hingga teman teman partai politik tetap mengusut sampai ketingkat yang paling tinggi namun semua tidak berhasil dikarenakan keterbatasan yang dimiliki oleh teman teman partai politik sehingga tidak membuahkan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu kondisi politik fakfak sekarang menjadi kurang kondusif. Hal ini mengakibatkan banyak kesalapahaman di kalangan masyarakat, keluarga,saudara dan teman bahkan kalangan birokrasi,telah terjadi penilaian buruk oleh masyarakat terhadap elit politik yang selama ini berperan,kepentingan elit politik lebih besar daripada kepentingan masyarakat yang seharusnya diutamakan.Kepolosan dan ketidakpahaman masyarakat tentang politik menjadi konsumsi elit politik di kota ini mereka memanfaatkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan. Kondisi politik seperti ini akan terus berperan hingga PILKADA 2010 nanti,disitu akan terjadi persaingan yang lebih ketat dalam permainan politik,masing masing elit politik akan mengemukakan dan mengeluarkan kekuatan berpolitik yang mereka miliki,terlihat dari persiapan PILKADA 2010 saat ini,strategi politik yang dipakai oleh elit politik yang berkuasa saat ini,adalah strategi politik fitnah,bagamana masyarakat dikuasai oleh mereka dengan memfitnah lawan politik yang lain,terlihat jelas sekali kekuasaan elit politik saat ini sehingga program pemerintah yang seharusnya dijalankan sesuai dengan aturan yang ada terpaksa dialihkan demi kepentingan politik mereka,dengan kekuasaan itu mereka bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan. Salah satu contoh adalah masalah bahan bantuan non local yang dibagikan untuk masyarakat dengan tujuan untuk sukseskan penguasa saat ini,semua itu mereka lakukan dengan cara mengancam masyarakat untuk tetap yakin dan peracaya terhadap mereka hingga tidak terhasut oleh lawan politik lain.
• Isue Pemadaman Lampu Pemadaman Lampu secara bergilir oleh PT. PLN Ranting Fakfak Kondisi pemadaman lampu listrik terjadi hampir diseluruh Papua demikianpun di Fakfak, khusus di Fakfak yang menjadi alasan pemadaman adalah karena mesin Listrik di PLTD Kebun kapas Fakfak sudah tua sehingga tidak mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang cenderung bertambah. Padahal Fakfak telah memiliki satu buah mesin pembangkit listrik tenaga Air, yang ini lain lagi alasannya yaitu terjadi pemadaman karena debit air di sumber air Werba Fakfak berkurang. Air, Listrik dan Bahan bakar Minyak, merupakan kebutuhan masyarakat dalam melakukan aktifitas setiap hari, dari tahun ketahun yang kurang lebih sepuluh tahun terakhir ini telah menjadi persoalan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Fakfak bahkan pemerintah pusat. Kalau bicara soal listrik dan air yang ada kaitannya dengan kekeringan air maka sangat penting masyarakat harus menyadari benar bahwa program selamatkan manusia dan hutan Papua harus mendapat dukungan dari seluruh masyarakat agar pengrusakan hutan harus segera di hentikan. Pemerintah pun harus memikirkan kompensasi bagi masyarakat Adat pemiliki hak Ulayat agar ada jaminan hidup bagi kelangsungan hidup mereka.
• Isue Masyarakat Adat Perjuangan masyarakat Adat Suku Mbaham Matta Kabupaten Fakfak untuk mempertahankan Hak-haknya terus mendapat tantangan yang cukup berarti, masyarakat adat sama sekali tidak mendapat perhatian pemerintah daerah, walaupun Undang-Undang Otsus bahkan undang-undang Dasar 1945 telah menjamin hak-hak masyarakat. 7 tahun masyarakat adat Fakfak berusaha untuk membentuk kelembagaan Adat yang represtatif namun tidak mendapat dukungan pemerintah, ketika baru di rencanakan ada saja isu yang kalsik yaitu (Kumpul-kumpul bicara papua merdeka) di buat sehingga masyarakat ketakutan untuk berkumpul, hal ini secara nyata pada tahun 2008 lalu Bupati Fakfak Dr. Wahidin Puarada.M.Si dalam sebuah Forum adat di rumah negara menyatakaan tidak perlu ada pembentukan lembaga-lembaga adat lagi. Hal ini mendapat protes keras dari masyarakat adat terutama oleh pengurus Lembaga Masyarakat Adat Mbaham Matta Fakfak saat itu. Sehingga di tahun 2009 ini Lembaga adat menggelar pertemuan pada bulan Mei dan menetapkan Panitia Konferensi Masyarakat Adat Fakfak, sehingga pada tanggal 14 November 2009 telah terbentuk Dewan Adat Mbaham Matta kabupaten Fakfak yang mendapat dukungan penuh dari personil Forum kerjasama LSM Papua Regio kepala Burung wilayah Fakfak. Kini Dewan Adat Fakfak telah terbentuk dan telah dilantiknya pengurus Dewan Adat fakfak pada tanggal 14 Desember 2009, maka tanggung jawab dewan Adat untuk menyelesaikan sejumlah soal yang selama ini terkurung oleh rekasa Pemerintah Kabupaten Fakfak. Agenda pertama Dewan Adat setelah dewan adat terbentuk adalah penyelesaian Kasus sengketa tanah antara Marga Patiran, Namudat, Ndandarmana dan Hobrouw dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak, terkait pembangunan Jalan Reklamasi di pesisir pantai Tumbruni Fakfak. Program besar yang akan di dorong adalah pemetaan wilayah Adat.
Rekomendasi. • Terkait dengan kondisi Perempuaan di Fakfak seperti yang di sampaikan dalam analisis isue di atas maka direkomnedasikan sbb: • Pokja Perempuan Foker diminta untuk membantu beberapa Program penguatan Kapasistas Perempuan di Fakfak. • Melakukan penilitian dan pengkajian terhadap perempuan Fakfak yang mendapatkan ketidakadilan. • Mengajak perempuan Fakfak untuk menyadari dirinya sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan setara dengan kaun laki laki dalam segala hal terutama kebenaran dan keadilan. • Meningkatkan kemampuan dan keberanian perempuan dalam mengemukakan pendapat dalam mengelola kehidupan,dengan cara mengikutsertakan atau melaksanakan latihan kepemimipinan bagi perempuan • Mengajak masyarakat menyadari idiologi gender yang telah mencipitakan ketidak adilan dalam masyarakat. • Study dan latiha penyadaran gender. • Melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan jaringan orgamisasi perempuan. • Terkait hasil diskusi dan analisis Isu dari beberapa Isue diatas maka di Rekomndasikan beberapa hal sebagai berikut : • Sekretraiat Foker di minta untuk memfasilitasi Worksop Rencana Strategis Program Foker wilayah Fakfak dan Kaimana. • Foker diharpkan segera membentuk Tim Riset untuk melaksanakan Penelitian terkait Program Serlamatkan Manusia dan Hutan Papua. • Foker dapat memfasilitasi Program pemetaan wilayah adat di masyarakat Adat Mbaham Matta Fakfak. • Foker bersama partisipan membantu advokasi Hak-hak Masyarakat Adat. • Sekretariat dapat memfasilitasi transport dan Akomodasi di kaimana dalam rangka diskusi dan penguatan Kapasistas Calon Partisipan di wilayah Kaimana.
Kecenderungan Berdasarkan analisa dari issu diatas, situasi ini akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat FakFak mendatang yang cenderung secara ekonomis tidak berdaya dan pencapaian kesejahteraan rakyat cukup sulit, secara politik lembaga eksikutif dan legislatif tidak mampu menjamin dan memberi suasana keadilan pada rakyat. Dan secara sosial budaya hilanglah norma dan etika sebagai salah satu unsur yang sangat mendukung sebuah perubahan yang lahir dari masyarakat itu sendiri sebagai pusat inspirasi pembangunan sesungguhnya. Dengan demikian tantangan ini tidak dapat dielak lagi, hanya kemauan dan komitmen setiap masyarakat yang dapat mengubah situasi ini.
Penutup a. Kesimpulan • Untuk mensukseskan Program-program yang telah ditetapkan terkait Isu yang sedang di dorong secara khusus program selamatkan manusia dan hutan Papua dan pengelolaan sumber daya alam Papua maka Penguatan dan Pendampingan untuk masyarakat Adat atau orang asli merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. • Semua Kondisi yang di uraikan dalam analisis dalam laporan ini adaah perkembangan terkini akhir tahun 2009 dan di awal tahun 2010 ini. . Demikian dapat kami sampaikan Laporan ini, kiranya akan menjadi bahan evaluasi bersama bagi kerja-kerja Forum Komonikasi (FOKER) LSM Papua di masing-masing Regio khusus di wilayah Fakfak kaimana,
Fakfak, 3 Februari 2010 Kordinator Wilayah Fakfak-Kaimana Regio Kepala Burung
Fredrikus Warpopor
|