-FOKER LSM Papua Mengucapkan "Selamat Hari Natal, 25 Desember 2011 dan Tahun Baru 2012."-
| Seri Diskusi Mahasiswa IV: "Manfaat dan Dampak Pengelolaan SDA Terhadap Masyarakat Adat Papua |
|
|
|
| Written by adminfoker |
| Friday, 06 November 2009 10:46 |
|
Hutan memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Hutan tidak saja sebagai penyimpan karbon tapi juga merupakan rumah bagi lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia dimana kelangsungan hidup mereka sangat tergantung pada hutan.
Kondisi Tanah dan hutan di Papua saat ini menimbulkan keprihatinan. Ada ancaman besar terjadinya deforestasi dan degradasi. Masyakarat adat sebagai pemilik sah atas tanah dan hutanya terus diabaikan dalam proses negosiasi antara pemerintah dan investor. Kepentingan kapitalis yang dikemas dalam kebijakan pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan ternyata tidak saja merusak Tanah dan hutan Papua tapi juga merusak sendi-sendi nilai budaya yang terus di jaga selama ratusan tahun. Meskipun telah ada kebijakan dan komitmen bersama antara Gubernur Papua dan Papua Barat untuk melindungi hutan dan masyarakat Papua, namun hal ini belum sepenuhnya di realisasikan.
Adalah kenyataan bahwa luas hutan di Papua adalah 42 juta hektar dan hutan Papua merupakan ± 50% dari luas hutan di Indonesia dan merupakan luas hutan terbesar ke-3 di dunia. Hutan tropis di Papua merupakan hutan tropis terbesar di dunia. Hal ini harusnya merupakan suatu kebanggaan namun kenyataanya ini mendatangkan malapetaka.
Kerusakan hutan dan tanah di Papua diakibatkan berbagai aktifitas manusia. Akibat penebangan illegal loging, hutan Papua terancam deforestasi. Dilaporkan bahwa tingkat kerusakan hutan di Papua akibat illegal loggin sangat besar mencapai 2,8 juta ha per tahun dengan kayu hutan diperkirakan hilang 600 ribu m3 per bulan dan dugaan kerugian Rp. 600 miliar perbulan atau Rp. 7,2 trilyun pertahun.
Kegiatan pembabatan hutan untuk pembukaan kepala sawit juga tidak saja merusakan hutan sebagai tempat mencari makan dan berburu tapi juga merusakan ekosistem alam. Saat ini Papua menjadi pusat proyek kelapa sawit. Sebagian besar hutan alam Papua kini berubah fungsi menjadi lahan proyek kelapa sawit. Di Papua, diproyeksikan sekitar 3 juta hektar akan di konversikan untuk proyek kelapa sawit.
Terlebih lagi, sampai saat ini masyarakat adat Papua merasa prihatin terhadap pengelolaan SDA di Papua yang nyatanya tidak memberikan perubahan berarti pada masyarakat adat. Maysarakat adat selaku pemilik terus memperjuangkan hak-haknya atas tanah dan sumber daya alam yang tereksploitasi. Kepentingan berbagai pihak atas kekayaan sumberdaya alam di Papua ini terus saja dipelihara dan di backingi.
Sebagai respon terhadap keprihatinan masyarakat adat terhadap kerusakan alam dan pengelolaan SDA di Papua, FOKER LSM Papua telah menjalankan program Kampanye dan Advokasi Pengelolaan Sumberdaya Hutan Yang Berkelanjutan: “Selamatkan Manusia dan Hutan Papua” yang bertujuan “adanya pengakuan dan perlindungan atas hak-hak masyarakat adat dalam kebijakan pengelolaan sumberdaya.
|
| Last Updated on Friday, 06 November 2009 10:53 |